Selasa, 09 Desember 2014

Jenis – Jenis Konflik dan Manajemen Konflik


Konflik pada dasarnya terbagi dua bagian yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal terjadi pada diri individu sedangkan konflik eksternal merupakan konflik yang timbul antara dua orang atau lebih dan dikenal dengan konflik interpersonal, contohya konflik yang terjadi pada pasangan suami istri.
Konflik menurut Winardi (1994) terbagi empat macam, yaitu :
a.   Konflik di dalam individu sendiri
Setiap konflik dapat bersifat meresahkan bagi orang atau orang-orang yang berhubungan dengannya di antara konflik-konflik yang lebih mencemaskan secara potensial dapat disebut konflik-konflik yang melibatkan diri individu sendiri. Konflik-konflik dapat muncul karena berlebihan beban peranan (Role Overlads) dan ketidakmampuan peranan yang bersangkutan (Person- Role Incompatibilities) dalam hal ini pasangan suami istri.
b.  Konflik antar pribadi
Konflik antar pribadi antara seorang individu atau lebih. Misalnya hubungan suami istri
c.   Konflik antar kelompok
Situasi konflik lain muncul di dalam organisasi, sebagai suatu jaringan kerja kelompok-kelompok yang saling kait-mengait
d.  Konflik antar oraginsasi
Konflik yang terjadi antara organisasi-organisasi.
Penelitian ini lebih difokuskan  pada konflik antar  pribadi atau konflik individu dengan individu (konflik interpersonal) yaitu konflik dalam perkawinan yang terjadi pada suami istri.
Menurut Thomas dan Kilmann (dalam Wirawan, 2010) yang dimaksud dengan konflik adalah suatu kondisi ketidakcocokan objektif antara nilai-nilai atau tujuan-tujuan, seperti perilaku yang secara sengaja mengganggu upaya pencapaian tujuan, dan secara emosional mengandung suasana permusuhan. Mereka mengembangkan taksonomi gaya manajemen konflik berdasarkan dua dimensi: pertama kerjasama adalah upaya orang untuk memuaskan orang lain jika menghadapi konflik. Kedua keasertifan adalah upaya orang untuk memuaskan diri sendiri jika menghadapi konflik. Berdasarkan dua dimensi tersebut Thomas dan kilmann mengemukakan lima jenis gaya manajemen konflik. Adapun kelima jenis gaya manajemen konflik tersebut adalah sebagaimana berikut:
1.    Kompetisi (Competiting). Gaya manajemen konflik dengan tingkat keasertifan tinggi dan tingkat kerjasama rendah. Gaya ini merupakan gaya yang berorientasi pada kekuasaan, di mana seseorang akan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk memenangkan konflik dengan dianiaya lawannya.
2.  Kolaborasi (Collaborating). Gaya manajemen konflik dengan tingkat keasertifan dan kerjasama tinggi. Tujuannya adalah untuk mencari alternatif, dasar bersama, dan sepenuhnya memenuhi harapan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik.
3.   Kompromi (Compromizing). Gaya manajemen konflik tengah atau menengah, di mana tingkat keasertifan dan kerjasama sedang. Dengan menggunakan strategi memberi dan mengambil (give and take), kedua belah pihak yang terlibat konflik mencari alternatif titik tengah yang memuaskan sebagai keinginan mereka.
4.  Menghindar (Avoiding). Gaya manajemen konflik dengan tingkat keasertifan dan kerja sama rendah. Dalam gaya manajemen konflik ini, kedua belah pihak berusaha menghindari konflik. Menurut Thomas dan Kilmann bentuk menghindar tersebut bisa berupa: (a) menjauhkan diri dari pokok masalah; (b) menunda pokok masalah hingga waktu yang tepat; atau (c) menarik diri dari konflik yang mengancam dan merugikan.
5.   Mengakomodasi (Accomodating) gaya manajemen konflik dengan tingkat keasertifan rendah dan tingkat kerjasama tinggi. Seorang mengabaikan kepentingannya sendiri dan berupaya memuaskan kepentingan lawan.
Demikian Artikel tentang jenis-jenis konflik dan manajemen konflik. Hati-hati dengan prilaku langsung mengcopy paste/ plagiarisme, melanggar undang-undang!
Share on :


Related post:


0 komentar:

Posting Komentar

Ingin berkomentar tapi gak punya blog? pilih "Anonymous" di 'kolom Beri Komentar Sebagai'. Komentar anda akan segera muncul.