Apa kabar?
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin..
Sudah lama banget rasanya tidak aktif di dunia blogging. Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang sesuatu yang sudah tidak asing lagi di kehidupan teman-teman. Ya, tentang sesuatu yang kita sebut dengan CINTA. Di industri musik, di film atau sinetron, curhat bareng teman, sampai ke halaqah juga kadang membahas tentang cinta. Ada apa dengan Cinta dan Rangga? (Eh, Rangga nya gak ikutan ding, cukup cinta aja yang dibahas. Maaf kebawa suasana iklan Line, hehehe)
Sudah lama banget rasanya tidak aktif di dunia blogging. Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang sesuatu yang sudah tidak asing lagi di kehidupan teman-teman. Ya, tentang sesuatu yang kita sebut dengan CINTA. Di industri musik, di film atau sinetron, curhat bareng teman, sampai ke halaqah juga kadang membahas tentang cinta. Ada apa dengan Cinta dan Rangga? (Eh, Rangga nya gak ikutan ding, cukup cinta aja yang dibahas. Maaf kebawa suasana iklan Line, hehehe)
Nah,
pertanyaannya adalah “Pernahkah teman-teman jatuh Cinta? ”
Kebanyakan orang
pasti akan menjawab “PERNAH...!” *menjawab dengan semangat :)
Kemudian untuk
type orang yang malu-malu, ia akan menjawab pelan atau di dalam hati “Gue juga pernah..”
sambil tersipu malu.
Dan mungkin juga
ada orang yang akan menjawab “Aku gak pernah kok, gak pernah, pokoknya aku GAK
PERNAH [titik] ” (Dih, kamu kenapa? Kok segitu ngamuknya.. :D )
Oke , kita
langsung ke intinya aja ya.. gak perlu kan tanya “ kapan pertama kalinya kamu
jatuh cinta? Di SD, SMP, SMA, Kuliah, atau jangan-jangan pas masih TK? Hahaha, ganjen banget.
Siip, sebenarnya
jatuh cinta itu wajar dan normal. Tapi walaupun begitu, kita harus bisa juga
me-menej-nya, mengaturnya, mengontrolnya, mengarahkannya, dan mendidiknya.
Mengarahkan kemana? Tentunya mengarahkan ke arah yang tepat, arah yang sesuai
dengan pedoman hidup atau agama kita. Mendidiknya agar cinta tak berubah
menjadi nafsu terselubung. Buat temen-temen yang pacaran, saya tidak bermaksud
menyinggung ataupun maksud negatif lainnya. Saya hanya sedikit share tentang
sesuatu yang saya pahami. Jadi silahkan baca sampai habis ya, jangan buru-buru
ngambil kesimpulan. *keep smile*
Ketika jatuh
cinta, apa yang harus kita lakukan? Apakah harus diungkapkan? berpacaran?
Seseorang yang jatuh
cinta, kemungkinan ia merasakan adanya ‘bisikan-bisikan’. Contohnya, merasakan
takut akan kehilangannya, kalau gak diungkapkan nanti malah diduluin sama orang
lain, takut terkena serangan jatung kalo kelamaan dipendam (yang ini parah
banget :D), udah gak sanggup mendamnya karna hatinya terus-terusan manggil nama
dia, dan lain-lain.. temen-temen pasti bisa menambahkannya.
Orang yang jatuh
cinta cenderung kurang berfungsi atau bahkan mati logikanya, ia terhanyut oleh
perasaan. Gak heran kalau ada yang
berkata “ gak papa gak ketemu orangnya, liat motornya pun jadilah..”,
“gak papa gak ketemu orangnya, liat status fesbuk nya pun jadilah..”, "biarlah gak ketemu orangnya, liat atap rumahnya pun jadi", dan masih
banyak lagi contoh lebay lainnya, yang pada intinya semua itu hanyalah
permainan perasaan.
Untuk menjawab
pertanyaan “ Ketika Jatuh cinta, apakah harus diungkapkan? ”. Ada salah satu
hadits Nabi Muhammad SAW yang membahas tentang cinta.
“ Kami tidak
pernah melihat obat terbaik bagi dua orang yang saling mencintai kecuali
menikah (HR. Ibnu Majah) “
Nah, sudah
ketemu jawabannya kan?
Jadi, kalaupun
perlu diungkapkan tentunya kita sudah mempunyai pandangan ke arah mana cinta
itu ‘dilepaskan’. Apakah ke arah berpacaran? Tentu tidak.
Ketika
teman-teman jatuh cinta dan merasa sudah mempunyai arah yang jelas, yaitu
pernikahan, silahkan teman-teman ungkapkan perasaan tersebut. Tentunya dengan cara
yang Syar’i atau minimal tidak melanggar aturan.
Tapi kalau belum
ada gambaran ke arah pernikahan, hanya iseng dan mengikuti perasaan, lalu buat
apa diungkapkan? Apakah itu tidak menambah masalah baru yang akan menyakiti
perasaan?
Sebesar apapun
cinta yang dirasakan, tetaplah kokoh untuk merahasiakan. Tak perlu diungkapkan.
Biarkanlah cinta itu bersemi dalam diam, perbanyak doa dari kejauhan. Belajar
mengikuti iman, jangan ikuti perasaan.
Jagalah hatimu
dan hatinya. Biarkan waktu yang menjawabnya, apakah perasaan itu tumbuh semakin
mekar atau semakin memudar.
*****
Ketika ada
seseorang yang mengajak untuk berpacaran, maka jangan ragu untuk menolaknya.
Percayalah, ketika seorang perempuan berusaha keras untuk menolak berpacaran,
laki-laki akan menilaimu jauh lebih mulia. Engkau adalah perempuan yang sangat
menghormati kesucian cinta. Bahwa cinta yang mulia adalah cinta yang ada
setelah akad terlaksana.
Kita mungkin
pernah melakukan kesalahan, tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Segera
menuju arahNya yang lebih baik...
Saya tutup
tulisan singkat ini dengan quotes:
“Ketika belum
waktunya, cinta itu di puasa kan, bukan dipuaskan.”
“Ketika jatuh
cinta, halalkan atau haramkanlah ia.”
*halalkan =
menikah | Haramkan = tinggalkan/abaikan
Semoga
bermanfaat..
Mohon maaf bila
ada kesalahan, hanya ingin menguatkan dan memperbaiki diri kita untuk selalu
berada di jalanNya. Bukan bermaksud menggurui apalagi menyakiti.
Silahkan di
share jika bermanfaat dan beri komentar dibawah :)
Related post:
Cerpen N Corat-Coret
- Orang Lain Yang Riya Atau Kita Yang Buruk Sangka?
- Bingkai Kerinduan
- Jangan Lupakan Hal Yang Satu Ini
- Mengeluh Itu Tidak Etis
- Cara Memahami Perempuan
- Wisuda UIN Suska Riau
- Hidupkan Hidup Kita
- Kumpulan Photo-Photo Kabut Asap di Riau
- Cara Membaca Bahasa Tubuh: Berbohong
- Ketika Cinta Berteduh ( Bag. II )
- Ketika Cinta Berteduh
- Penyebab Punahnya Dinosaurus
- Hidayah Itu Datang di Malam Minggu
1 komentar:
bagus bang, tambahin artikel cintanya yap.... :D
Posting Komentar
Ingin berkomentar tapi gak punya blog? pilih "Anonymous" di 'kolom Beri Komentar Sebagai'. Komentar anda akan segera muncul.